KAMPUS MOTIVATOR


Go to content


Salam persaudaraan,

Saya Johanes Lim, orang biasa saja, saudara Anda
Usia saya sekarang 54 tahun, dengan pengalaman hidup yang sudah lumayan banyak dan sering jatuh bangun, susah senang; miskin dan menderita serta penghinaan, juga sudah saya lalui.
Hidup dalam keputusasaan dan kesendirian, serta perasaan tiada ALLAH, ketika menjalani hidup dalam kekelaman, seperti melewati terowongan gelap tanpa kelihatan ada sinar bertahun tahun... derita yang serasa tidak berujung... juga sudah saya lewati.

Yang mau saya ceritakan dan bagikan kepada Anda saudaraku adalah:
Apa yang membuat saya tetap bertahan didalam kehidupan yang
"bak kerakap tumbuh dibatu?"
Bagaimana cara saya tetap percaya kepada ALLAH, sekalipun ALLAH seolah tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak perduli, atau mungkin tidak berdaya..... membiarkan saya hidup dalam kesengsaraan, dalam keraguan terhadap eksistensi dan Firman NYA?
Bagaimana mengatasi perasaan didzolimi, dikhianati, dibohongi, ketika saya telah berjuang seumur hidup untuk menabur kebajikan, namun imbalannya menuai kerugian?
Padahal dikatakan bahwa
"Menabur baik menuai baik", tapi kenyataannya sebaliknya?

Dan yang terpenting dari semua sejarah kelam itu:
Bagaimana cara saya MENGATASI DAN MENGUBAHNYA?
Bagaimana cara saya sebagai manusia biasa yang banyak kelemahan dan keterbatasan, mampu keluar dari
"lumpur hisap" penderitaan dan kemarginalan hidup itu?
Bagaimana setelah berpuluh tahun TUHAN saya anggap tidak hadir, dan membiarkan saya bergumul sendiri dilembah kekelaman.... namun yang tetap saya percayai dan katakan MAHA BAIK, MAHA ADIL, DAN MAHA KUASA?
Bagaimana setelah dikecewakan dan dikhianati oleh banyak sekali orang yang saya berikan kebaikan.... namun saya tetap obsesif untuk mengasihi dan memberkati sesama manusia?
Dan -tanpa maksud mengagulkan diri- saya juga akan menceritakan bagaimana cara saya bisa mempunyai 3 perusahaan dengan ribuan orang; dan mendapat Penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia

Sebagian isi hati dan pemikiran saya diatas sudah saya tulis dalam buku ke 9 terbitan Gramedia Group berjudul
"SANG MOTIVATOR PEMBEBAS"




Esensi dan Tujuan Utama buku dan program SANG MOTIVATOR PEMBEBAS adalah untuk menginspirasi saudara/i saya; baik yang sekarang masih hidup dalam ketidakberdayaan, dalam kemarginalan, dalam kesusahan, bahkan dalam keputusasaan; maupun yang sedang hidup bergelimang harta dan kesuksesan.
Agar melalui kesaksian hidup dan strategi sukses yang saya sampaikan, bisa mencerahkan dan memberanikan Saudara, agar setuju bahwa:

  • ALLAH yang Maha Baik dan Maha Tahu dan Maha Kuasa itu.... tidak secara kebetulan atau sembarangan ketika menciptakan manusia; melainkan dengan tujuan yang mulia... agar kita mau mampu menjadi kepanjangan tangan NYA, menjadi saluran berkat dan rakhmat NYA, bagi sesama manusia
  • Sehebat hebatnya manusia, sebagus bagusnya yang ada didunia ini, tidak ada yang sempurna, selain ALLAH
  • Ketidaksempurnaan itu bukan hanya untuk yang bagus saja, melainkan juga untuk yang buruk, tidak sempurna. Seburuk buruknya keadaan, pasti ada segi baiknya. Sesusah susahnya hidup, pasti ada bagian senangnya. Tidak ada yang baik atau buruk secara total.
  • Seperti Simbol YIN YANG, dimayoritas warna hitam, ada titik putih; dan dimayoritas warna putih, ada titik hitam




Berlandaskan pengertian itulah saya mau mencerahkan Saudara/i saya yang terhambat kemajuan hidupnya; padahal, bisa saja memiliki potensi dan bakat hebat, yang masih terpendam.

Saya mau mengingatkan bahwa ALLAH TELAH MENCIPTAKAN SAUDARA SECARA UNIK, DAN DENGAN MAKSUD TERTENTU, YANG MULIA, YANG HEBAT!
Bagaimanapun nampak hitamnya kehidupan Saudara, pasti ada segi putihnya, AYOO KITA CARI DAN TEMUKAN ITU!
Titik putih itu bisa berupa talenta, bakat, passion, visi, atau apapun bentuknya. MARI KITA KEMBANGKAN!
Untuk menjadi manusia unggul, manusia berguna, TIDAK PERLU SEGUDANG TALENTA. Cukup satu saja, selama diasah dan dimaksimalkan penggunaannya, akan lebih berharga dari puluhan talenta yang diterlantarkan


Saya akan melanjutkan mencerahkan pikiran saudara dengan menyatakan bahwa:
HUMAN IS THE SECOND BEST CREATURE IN THE UNIVERSE
Bahwa setelah TUHAN ALLAH, maka manusia lah yang mampu berkarya dan mencipta aneka hal; mulai dari dasar laut sampai keluar angkasa, mampu diexplorasi manusia
Tujuannya adalah memberanikan saudara bahwa kalau TAMASYA KELUAR ANGKASA saja sudah bisa dilakukan manusia, apalagi hanya mengatasi persoalan saudara yang masuk kategori remeh temeh !?

Dilanjutkan dengan:
BETTER IS NOT ENOUGH WHEN GETTING THE BEST IS POSSIBLE!
Bahwa banyak sekali orang yang bertalenta hebat dan atau berpendidikan tinggi, termasuk banyak Pejabat yang seyogianya menjadi andalan masyarakat untuk mendigdayakan bangsa dan negara kita..... dalam kenyataannya tidak melakukan karya yang hebat... hanya yang normatif dan biasa saja
Bahkan kita sebagai bangsa, tidak bisa menjadi Leader di regional ASEAN, sekalipun kita, INDONESIA, secara geografis, kultural, sampai besaran populasinya adalah yang terbesar; namun secara prestasi... kita tertinggal jauh oleh negara Malaysia... apalagi Singapura.
Kenapa?
Padahal para Pemimpin bangsa kita tentunya telah berusaha untuk menjadikan masyarakat dan negara kita
LEBIH BAIK..!?
NAAAH DISITULAH LETAK KESALAHANNYA!
Yang kita kejar adalah menjadi "Lebih Baik", dan BUKAN MENJADI YANG TERBAIK!
kalau hanya sekedar menjadi LEBIH BAIK.... maka dari 100 naik menjadi 102 sudah boleh dinamakan lebih baik, bukankah demikian?
Namun apa jadinya jika orang lain atau negara lain memperjuangkan untuk menjadi TERBAIK, dan bukan asal lebih baik... sehingga mereka mencapai dari 100 menjadi 230, bukankah pencapaian 102 menjadi seperti bukan apa apa?!
Mari, kita ubah kebiasaan lama kita, menjadi kebiasaan baru SANG MOTIVATOR PEMBEBAS

CATATAN & PERHATIAN:
Saya sangat prihatin dan khawatir melihat cara para Pemimpin negara kita memanajemeni bangsa dan negara yang sedemikian besar seperti INDONESIA. Banyak yang motivasi dan programnya hanya bersifat cookie-cutter-approach, bahkan mementingkan keuntungan diri sendiri dan kelompoknya.
Tidak heran, sumberdaya yang berlimpah ruah dari tanah air kita, tidak menjadi kehebatan dan kemakmuran bersama.... bahkan terakumulasi (sejak Pemerintahan Presiden Soekarno) menjadi HUTANG sekitar Rp.3.500 TRILIUN !
Jika tidak segera tertolong, bukan tidak mungkin INDONESIA akan menyusul negara Yunani yang
BANGKRUT karena hutang sekitar Euro 316 Miliar, atau setara dengan Rp.4.740 Triliun; dan Puerto Rico yang hutang US$ 73 Miliar atau setara dengan Rp.949 Triliun.

Negara yang masuk "Daftar Merah" beresiko BANGKRUT KARENA BEBAN HUTANG, adalah:
Argentina
Ekuador
Venezuela
Mesir
Pakistan
Indonesia
Timor Leste
Spanyol
Portugal
Italia


Dilanjutkan dengan:
OUR JOB IS TO MAKE THE IMPOSSIBLE, POSSIBLE!
Kata
"impossible, atau tidak mungkin" ini adalah yang paling sering diucapkan oleh para Pecundang, oleh kaum Marginal, yang hidupnya melata lata, yang tidak jadi siapa siapa, yang tidak memberi kontribusi apa apa kepada kemanusiaaan -apalagi kepada kedigdayaan dan kemakmuran bangsa negara-
Karena seringnya berkata
"Tidak Mungkin" bahkan sebelum dipikir
Akibatnya banyak orang bertalenta, orang potensial, yang TIDAK BERTINDAK!
Bisanya hanya bermimpi, berharap, mengkritik sana sini, dan berkeluh kesah atas apa saja.
Padahal, sebagai makhluk ciptaan ALLAH yang spesial... asalkan manusia mau dan berani percaya bahwa apa saja yang serius diinginkan dan diperjuangkannya..., cepat atau lambat PASTI TERJADI!
Tidak ada istilah
"tidak mungkin" atau "mustahil" bagi SANG MOTIVATOR PEMBEBAS.
Segala sesuatu yang baik, yang potensial berguna hebat, HARUS DICOBA DULU, harus dilakukan dulu, dan bukan ditolak mentah mentah!
Dengan dilakukan, baru ada harapan dicapai!


Jadi, program pengajaran SANG MOTIVATOR PEMBEBAS ini sebetulnya berguna bagi siapa saja, dan dengan status sosial apa saja.
Namun karena keterbatasan saya, maka saya tetapkan skala prioritas
Hanya untuk beberapa kategori atau komunitas dibawah ini yang bisa saya layani; dan baru bisa untuk wilayah Jabodetabek:

  • Rumah Yatim Piatu
  • Sekolah & Kampus
  • Organisasi Agama
  • Pers & Media Massa
  • Institusi Pemerintah
  • Parpol
  • TNI
  • POLRI



Untuk yang memerlukan pelayanan saya, silahkan mengisi Online Form yang ada di web ini

Juga bagi saudara rekan Motivator yang mempunyai Visi yang sama dengan saya, yakni mau melayani komunitas diatas -secara cuma cuma-, silahkan bergabung.
Isilah Online Form nya



Silahkan klik slide banner dibawah ini
jika ingin mengetahui tentang group perusahaan saya

MIND TECHNOLOGY PAKAR MANAJEMEN
PAKAR PROPERTI INDONESIA
PASTI SUKSES KAYA


CATATAN & PERHATIAN:

  • Saya Johanes Lim, tidak beritikad mencari uang dalam menyampaikan program ini, karena program pengajaran ini saya berikan secara cuma-cuma (gratis); juga tidak untuk mencari popularitas, karena itu sudah lama saya peroleh; juga tidak memanfaatkan untuk syiar agama, karena saya tidak tertarik dengan itu.
  • Selama lebih dari 19 tahun saya menjadi pelatih dan konsultan diratusan perusahaan skala menengah besar termasuk BUMN dan Public Listed Companies, dari Lhokseumawe sampai Manokwari.... tidak pernah sekalipun saya melanggar norma dan etika.
  • Tentunya sebelum saya boleh melatih di Brigif 201, Rindam Jaya dan Kodam Jaya, Team Intelijen sudah menyelidiki latar belakang Johanes Lim; bahkan sampai tetangga, RT dan RW saya saja diinterview.
  • Demikian juga ketika saya mengajarkan program SANG MOTIVATOR PEMBEBAS ini, non diskriminatif, dan tidak akan menyinggung SARA.
  • Sekalipun saya Nasrani, dan akan menyebut kata ALLAH berulang kali sebagai sumber inspirasi saya, namun yang saya maksudkan adalah ALLAH yang dipercayai oleh semua Pemeluk Agama sebagai YANG MAHA KUASA, YANG MAHA ESA, KHALIK LANGIT DAN BUMI.



Sedangkan jika saya diminta untuk membawakan pengajaran ini untuk memberdayakan Umat di Gereja, maka azas nya sama, saya tidak mempersoalkan denominasi gereja nya.
Namun untuk Pengikut KRISTUS, sudah saya siapkan materi khususnya yang lebih cocok, yang bisa dipelajari dengan meng klik banner dibawah ini:




SANG MOTIVATOR PEMBEBAS | MAU MENJADI SANG MOTIVATOR PEMBEBAS | MAU DILAYANI SANG MOTIVATOR PEMBEBAS | Site Map


Back to content | Back to main menu